Type Here to Get Search Results !

Ma’had Aly Sebagai Perguruan Tinggi Pesantren (Problem, Tantangan dan potensi)



 Ma’had Aly Sebagai Perguruan Tinggi Pesantren

 (Problem, Tantangan dan potensi)

 Oleh Tgk Khairul Rizal harahap

Mahasantri Ma’had Aly Malikussaleh, Pantonlabu Aceh Utara

 

            Berangkat dari sejarah perkembangan islam dinusantara Ma’had Aly bukanlah sebuah lembaga yang baru saja lahir akan tetapi, Ma’had Aly dengan nama telah hadir diberbagai tempat dinusantara dengan nama yang disesuaikan dengan kultur budaya setempat menjadi sebuah lembaga transpormasi ilmu pengetahuan baik pogram-pogran takhassus dalam tafaqquh fiddin maupun pogram-pogram lain seperti ilmu pemerintahan, akademi meliter, pertanian, teknologi perkapalan sebagaimana hal ini diungkapkan Prof DR M.Hasbi Amiruddin, MA dalam makalahnya berjudul Pogram Pengembangan Dayah Aceh. Menurut ensiklopedi agama islam (Departemen Agama 1993), tercatat bahwa dayah tertua di Aceh adalah dayah Cot Kala yang sudah berdiri sejak abad ketiga hijriah dayah tersebut menjadi pusat pendidikan pertama di Asia Tenggara dengan tenaga-tenaga pengajar yang di datangkan dari luar negeri, seperti Arab, Persia dan India. Setelah Cot Kala generasi berikutnya adalah Dayah Kan’an di Kecamaan Darul Imarah, Aceh Besar yang didirikan pada Abad ketujuh hijriah oleh Sheikh Abdullah Kan’an seorang da’i asal Pelestina.

A.Problem

Meskipun jenjang pendidikan dayah atau pondok pesantren telah begitu lama menempatkan dirinya sebagai lembaga transpormasi ilmu pengetahuan keagamaan, namun kita tidak menapik bahwa, sebagai sebuah lembaga pendidikan yang baru saja disejajarkan dengan lembaga pendidikan lainnya tentunya menjadi sebuah keniscayaan jika dalam perkembangannya Ma’had Aly menuai berbagai problem baik diinternal ma’had aly itu sendiri ataupun dengan melihat pada lembaga pendidikan yang lain.     

1.adanya kecurigaan pimpinan pondok pesantren dengan hadirnya ma’had aly akan merusak tatanan pindidikan di pondok pesantren.

2.sulitnya membangun kerjasama yang baik dgn pihak-pihak lain

3.minimnya sosialisasi sehingga kehadiran Ma’had Aly belum begitu berpengaruh ditengah-tengah masyarakat layaknya perguruan-perguruan tinggi yang lain

4.Alumni atau lulusan MA apakah akan memberikan nuansa baru bagi masyarakat indonesia ataukah hanya akan menambah masalah baru ditengah masyarakat kita, seperti bertambahnya pengangguran, sehingga hal ini berpengaruh pada tinggi dan rendahnay minat wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya pada jenjang MA

            B.Tantangan

Ma’had Aly menpunyai tantang kedepan sebagai lembaga pendidikan yang berbasis islam

1.Ma’had Aly harus menempatkan dirinya sebagai lembaga pendidikan islam yang mampu mencerdaskan masyarakat dan bangsa serta miningkatkan daya saing t bangsa

2. Mengawal serta melestarikan keindahan islam Indonesia

3.Mengaflikasikan pengetahuan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

            C.Potensi (Peluang)

            Sebagai perguruan tinggi yang mempertahankan tradisi keilmuan yang sudah menjadi ciri khas dayah atau pesantren bertahu-tahun, ma’had aly juga berusaha melakukan pembenahan pada kurikulum dan metodelogi pengajaran. Meskipun pengajaran ilmu-ilmu agama  menjadi prioritas kurikulum ma’had aly juga mencakup ilmi-ilmu umum. Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi dayah atau pesantren yang didomonasi para teungku atau santri, memiliki sumber daya pendidik yang sudah menguasai kitab kuning.


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Cari Blog Ini